Design on Frame

J HOUSE

“Tulisan ini merupakan bagian dari kanal Design on Frame, kumpulan artikel yang membedah desain hasil karya tim Studio BESAR. Untuk melihat artikel Design on Frame lainnya, silahkan klik di sini.”

Project's Summary

Nama Proyek
J House

Lokasi
Jatiwaringin, Kota Bekasi

Kategori
Residensial

Cakupan Kerja
Architecture Design

Status
Bangun Baru

Tim Desain
Emizar Gunadinegara

Luasan Tanah
162 m2

Lantai Dasar
94 m2

Jumlah Lantai
2

Luasan Bangunan
186 m2

Tahun Proyek
2019

Kontraktor
Anang Kontraktor

The Case

Klien ingin membangun rumah keluarga di kavling daerah jatiwaringin dengan tipe rumah modern sleek contemporary / scandinavian dan banyak bukaan untuk udara dan cahaya masuk. Hal tersebut dikarenakan rumah yang klien tempati sebelumnya mempunyai aliran udara dan cahaya yang kurang sehingga terasa pengap. Meskipun dengan banyak bukaan namun klien tetap mengharapkan punya privasi sehingga dari luar tidak mudah untuk melihat ke dalam. Rumah ini nantinya akan dihuni oleh 5 orang dengan 2 ekor kura-kura dengan aktivitas utamanya adalah berkumpul dengan keluarga, belajar/kerja, dan beribadah.

The Design

Concept

J-HOUSE ini berlokasi di Jatiwaringin Bekasi, dengan luasan bangunan 186m2. Lingkungan berada di perumahan dengan kepadatan penduduk relatif padat dengan jalan lingkungan. Dengan akses ke lokasi yang strategis karena adanya akses jalan tol sehingga tidak sulit untuk menjangkau perkotaan ataupun sebaliknya. Rumah ini di desain untuk keluarga dengan profil yaitu Ibu berprofesi sebagai Dokter dan bapak berprofesi sebagai Pegawai Swasta (dengan dua anak, laki-laki dan perempuan), juga Asisten Rumah Tangga, serta tamu keluarga yang sewaktu-waktu datang ke rumah. Rumah ini mengadopsi tema “Private and Clean” sesuai dengan keinginan dari client.

“Private and Clean”  itu sendiri menjawab keinginan client menginginkan hunian yang privasi dari penghuni bisa terjaga baik dari dalam rumah juga memperhatikan bukaan dan sirkulasi bisa masuk ke dalam secara maksimal dan efisien pada setiap ruangan. Untuk clean disini client menginginkan rumah dengan konsep “Easy Low Maintenance” dimana penghuni bisa dengan mudah merawat dan membersihkan rumah nya dengan mudah sehingga rumah selalu terlihat bersih.

Ruang Makan J House

Zoning and Layout

Program ruang pada bangunan dibagi menjadi 3 yaitu area semi-public, area private, dan area service. Pada area semi-public berupa ruangan yang masih bisa diakses oleh orang luar namun harus seijin dari pemilik, seperti ruang tamu, musala, ruang keluarga dan taman yang dimana kebanyakan berada di lantai bawah. Untuk area private berupa area yang intim yang hanya bisa diakses oleh penghuni saja, seperti kamar tidur utama, kamar anak, library, dan sun room yang dimana kebanyakan berada di lantai atas. Yang mencakup area Service adalah garasi, dapur, kompartemen bawah tangga, serta area asisten rumah tangga yang mencakup kamar dan ruang cuci dan jemur. Untuk area asisten rumah tangga dirancang dan ditempatkan di lantai mezzanine agar koneksi ruang lebih mudah sehingga dapat menjangkau area semi-public dan area private namun tidak mengganggu sirkulasi dari semua ruangan tersebut.

Denah J House

Konsep unik diterapkan di beberapa ruangan. Seperti pada lantai bawah terdapat pada ruang tamu dan musala yang bisa berfungsi lain sebagai ruangan serbaguna saat partisi yang membagi antara kedua ruang itu dilipat. Bahkan bisa langsung tekoneksi dengan taman depan dan taman di tengah yang membuat ruangan yang tercipta menjadi lebih besar.

Musala dan R. Tamu yang dipisah dengan partisi

Sirculations

Massa bangunan sengaja dibuat agar area dalam bangunan mendapatkan bukaan langsung dari depan, tengah dan belakang. Dengan konfigurasi ruang yang banyak diharapkan bukaan tersebut dapat memaksimalkan pencahayaan alami masuk kedalam bangunan.

Diagram Sirkulasi J House

Massing

Untuk bentuk dari bangunan sendiri mengambil dari geometri dasar persegi dan segitiga sebagai respon agar terlihat harmonis dan tidak terlalu mendominasi dengan lingkungan sekitar. Pada fasad bangunan juga dibuat sesuai tema dengan bidang yang seakan penuh dengan sedikit bukaan saja, namun semuanya itu hanya kamuflase dari secondary skin yang menutupi bukaan jendela pada bangunan. Selain untuk alasan privasi, penggunaan secondary skin dimaksudkan untuk sun shading dari barat yang secara langsung masuk ke dalam rumah. Untuk material fasad sendiri menggunakan material kayu composit untuk secondary skin dan beberapa aksen pada carport dan pintu gerbang dimana dari sisi durabilitas lebih baik dan juga dari estetika kayu komposit tidak kalah dengan kayu alami.

Diagram Bentuk J House

Materials

Untuk pemilihan material finishing arsitek juga menggunakan konsep “Easy Low Maintenance” . Hal-hal yang menjadi pertimbangan  arsitek dalam memilih material-material finishing  adalah yang durabilitynya paling baik, paling sedikit maintenance dan tentunya terlihat bersih.

Ruang Keluarga J House

The Gallery

Jangan Biarkan Proyekmu Over Budget!

Konsultasikan Bersama

Architect + Interior Design + General Contractor

Artikel Lainnya

DoF Lainnya

Compact merupakan konsep yang digunakan arsitek untuk menyelesaikan masalah pada …
Atekindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor MEP. Klien …
Rumah satu lantai yang berada di daerah Tapos ini sejak …